Monday, 9 February 2015
About YPKGM
About YPKGM
The founder,T.Syafrizal’s life mission is to create new resources that enrich and empower the lives of children.
This is an Acehnese youth-focused educational non-government organization that is taking education to the small village and poor – literally.
After tsunami 2004 until 2009 The Yayasan Pembinaan Kegiatan Generasi Muda (YPKGM) foundation uses a mobile unit, fitted with education books and movies, story books, a computer, TV, LCD player and other electronic equipment to encourage children in Aceh to learn, And since 2009 until now, The Yayasan Pembinaan Kegiatan Generasi Muda (YPKGM) foundation building Childrens Learning Centers and development TBM unit in small village and poor (at 7 village) , fitted with education books, story books, a computer, TV, LCD player and other electronic equipment to encourage children in Aceh to learn.
The Children Learning Center unit, which usually has about 15 volunteer and the TBM unit 5 volunteer in attendance, aims to encourage children to read and learn in a fun environment. But now The Children Learning Center unit only has 3 volunteers , as is being done for the completion of the facility cost savings Children's Learning Center , while TBM currently employs one manager only.
Founded in 1994, by Mr. T.Syafrizal, known as Kak Ubit, the educational group was originally funded by the local cement factory for 3 years – a major employer of the community. Funding has come from various sources, including the latest donation from the "Aceh Lon Sayang", and before from Work Vision, CBM International, Parramatta City Council in New South Wales, Australia. Aid was channeled via ‘Youth off the Streets Limited-Sidney Australia’, etc.
The Aceh Lon Sayang money was used make and fix bookcase and Work Vision, CBM Internasional and Australian money was used to construct a single storey building for training and meeting space for Children Learning Center and BRR money was used to library building and books.
Formerly the foundation was housed in a building about 1 kilometer from the sea. The December 2004 earthquake and resulting tsunami destroyed the building. Of the foundations’ 30 main staff, about 20 are still missing, presumably dead
“While completing university, I returned to my home village during a break. I noticed children misbehaving, stealing items. My love of reading inspired me to set up an organization that could make education accessible to children, with the hope of reducing delinquency,” said YPKGM founder, Kak Ubit.
Now the foundation has had a permanent building as a child learning centers, but for finishing awaiting outside help in the form of grants, loan, and partnership or sponsorship
Children Learning Center is not equipped 100 percent with learning facilities, but for the service has been running continuously since 2010, including development of dance, drama (theater), the guidance of English, computer tutoring, reading and writing guidance, guidance Mathematics, small business counseling , agriculture, livestock and fisheries, and to sources of funding, the Children Learning Center also features a business unit sales of coffee, photocopy and stationery, photo studio, computer typing and grocery services. Although still relatively small, but has begun to give significant contributions to operational Children Learning Center, which are already able to buy LCD Projector and Plasma Televisions, Buy Computers and printers, electric and simply pay the transportation costs for the 3 volunteers.
The largest and toughest challenges facing T.Syafrizal today is proving that hard work, sincerity, honesty and sincerity in doing will give good results, but over time it has always been tossed around by pebbles that stand in his way and the harsh reality that must be he received, the volunteers who he coached from zero began to leave the boat in which he became commander and seek new boat that has been established.
T.Syafrizal grateful, minimum time volunteers results prove that his upbringing has managed to become a person with a good resource, and this is the vision and mission - so the quotation says he also SUCCESSFUL help communities create new resources.
Now he expects there will be others who want to come help and work with him to create more new resources to build a better Aceh, building a better Indonesia.
Proposal Maulid Nabi
Kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan kelahiran yang membawa kebahagiaan bagi umat manusia beragama. Beliau telah menanamkan pondasi keimanan yang ideal bagi makhluk terhadap sang kholiq. Dengan demikian, beliau telah merubah wajah dunia dari kejahilan menjadi berperadaban.
Sudah empat belas abad lamanya nilai-nilai keislaman masih tetap terpancar di atas bumi Allah ini. Sebagai generasi islam sudah merupakan kewajiban bagi kita untuk menjaga dan mengembangkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk manifestasi keimanan kita. Kemajuan dan kemunduran islam terletak ditangan kita sebagai generasi penerus perjuangan Rosulullah SAW.
Ditengah kondisi zaman yang menganut "globalisasi”, umat islam dihadapkan pada satu masalah lunturnya semangat keislaman yang senantiasa ditanamkan Rasulullah SAW. Kondisi tersebut pada gilirannya akan berakibat pada suatu masa dimana umat islam meninggalkan perintahnya dan melakukan larangan Allah SWT.
Dengan demikian, dalam upaya membangkitkan kembali syiar islam dan pengamalan ajaran-ajarannya serta mendzikirkan hati mengingat Allah, maka sudah sepatutnyalah sebagai generasi muslim, untuk dapat mempertahankan nilai-nilai keislaman yang semakin hari semakin pudar.
Ukhuwah islamiyah harus terus menerus dibangun dan dipelihara dimuka bumi ini sebagai penjabaran dari aplikasi aktif seluruh ummat muslim dalam menjaga kemaslahatan di dunia dan akherat.
Melalui peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang rutin setiap tahun dilaksanakan diharapkan dapat meningkatkan ukkhuwah Islamiyah dan tali silaturahmi serta perilaku yang sesuai dengan syariat islam diawali dari lingkungan terkecil yaitu lingkungan keluarga, masyarakat dan yang lebih luas lagi.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1431 H merupakan salah satu pengapresiasian dari kita selaku Ummat Islam untuk menjunjung tinggi Nabi kita semua sebagai suri tauladan di muka bumi ini. Hal ini baik sekali terutama sebagai pembelajaran kepada generasi penerus kita berikutnya.
Setiap muslim wajib mencintai Nabinya, Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Mencintai beliau tidaklah seperti mencintai manusia selainnya. bahkan kita menjadikan kecintaan kepada beliau sebagai bagian dari ibadah yang agung. Kita beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah dengan mencintai dan memuliakannya. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta'ala,
فَالَّذِينَ آَمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
"Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(QS. Al-A'raf: 157)
النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ
"Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri." (QS. Al-Ahzab: 6)
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Dan demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya (Demi Allah), tidaklah beriman salah seorang kamu sehingga aku lebih ia cintai daripada dirinya, hartanya, anaknya, dan manusia seluruhnya." (HR. Al-Bukhari)
Di dalam al-Shahih disebutkan, Amirul Mukminin Umar bin al-Khathab Radhiyallahu 'Anhu berkata: "Wahai Rasulullah, demi Allah sungguh engkau adalah orang yang paling aku cintai daripada segala sesuatu kecuali diriku." Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepadanya, "Tidak, wahai Umar, sehingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri." Lalu Umar berkata, "Wahai Rasulullah, demi Allah sungguh engkau adalah orang yang paling aku cintai daripada segala sesuatu sehingga daripada diriku sendiri." Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyahut, "Sekarang (baru benar) wahai Umar."
Dengan pertimbangan di atas, maka kiranya kita merasa perlu membangkitkan kembali semangat dan syiar islam melalui peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.
Ayo mari kita rayakan Maulid Nabu Besar Muhammad SAW klik proposalnya disini dan untuk anggarannya disini ada acuan yang dapat jadi pedoman anda.
Friday, 6 February 2015
CEK MUN (Profil anak terbelakang yang disisihkan)
Keterbelakangan mental adalah cacat perkembangan yang pertama kali muncul pada anak-anak di bawah usia 18 . Hal ini didefinisikan sebagai tingkat fungsi intelektual ( yang diukur dengan tes standar untuk intelligence quotient ) yang jauh di bawah rata-rata dan didefinisikan dengan skor IQ di bawah 70-75. dan keterbatasan yang signifikan dalam keterampilan hidup sehari-hari (adaptif fungsi)dimana keterampilan adaptif adalah keterampilan yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari. Keterampilan tersebut mencakup kemampuan untuk memproduksi dan memahami bahasa (komunikasi), keterampilan rumah – hidup, penggunaan sumber daya masyarakat, kesehatan, keselamatan, kenyamanan, perawatan diri, dan keterampilan sosial, pengarahan diri sendiri, keterampilan akademik fungsional ( membaca, menulis, dan berhitung ), dan keterampilan kerja.
Nah bagi kita yang dianugerahi anak, adik, atau saudara lainnya yang memiliki keterbelakangan mental mungkin juga akan memiliki beban mental, malu, sedih, dan sebagainya yang kadangkala membuat kita ingin menghilang saja ditelan bumi, atau raib bagai asap tertiup angin.
Namun sebagaimana saya katakan ditas, bahwa sebenarnya ini anugerah, bukan bencana bila kita memiliki anak terbelakang mental, karena disinilah kita diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk mampu memberikan kasih sayang kita sepanjang masa pada anak kita, buah cinta kita bagaikan ombak yang selalu mencumbu pantai, bagai mentari yang selalu menghangati bumi.
Nah untuk sekedar intropeksi diri, maka saya akan menceritakan sedikit profil anak terbelakangmental yang saya kenal baik, ia bernama CEK MUN, kini ia telah tiada pergi menghadap khaliq Nya pada umur 34 Tahun.
Bila kita lihat sosok tubuhnya dan usianya yang sudah cukup dewasa, maka mungkin sebutan anak tidak cocok bagi dirinya, tapi bagi kita yang mengenalnya, maka sebutan "anak" tidak pernah tidak cocok untuknya, karena betapa tidak, pada usianya itu ia akan merajuk bila keponakannya yang umur 10 tahun mendapatkan hadiah mobil-mobilan sementara ia tidak dibelikan, ia akan merajuk bila keponakannya yang berumur 5 tahun mendapatkan permen sementara untuk dia tidak diberikan.
Namun dengan sifat kanak-kanaknya itu, ia juga memiliki kelebihan, semua anak mulai bayi sampai dibawah umur 3 tahun akan aman tenteram dalam gendongannya, anak akan meraa tenang dan nyaman berada ditangannya sehingga tidak rewel, mungkin ini insting anak-anak yang merasa sejiwa dengan CEK MUN.
Malang bagi CEK MUN ia dibesarkan dalam keluarga kurang mampu, ayahnya penjaga tambak orang meninggal saat ia masih kecil, ibunya seorang wanita sederhana tamatan SD dan sebagai janda beranak 6 (3 orang sudah kawin) maka ia punya beban 3 orang anak lagi termasuk CEK MUN maka untuk menghidupi keluarganya ia menjadi MUGE (penjual ikan) di pasar.
Dalam kesibukannya ia tetap mencoba memberi perhatian lebih pada CEK MUN, tapi apa mau dikata perhatian tersebut sangat terbatas, berbagai kejadian menimpa CEK MUN diantaranya saat SD Kelas 2 ia mengalami pendarahan ditelinganya setelah disidik ternyata ada beberapa kawannya yang suka mengganggu menangkapnya dan menggelitik telingannya menggunakan bunga rumput, mereka suka melihatnya tertawa terkikik-kikik tanpa suara saat digelitik, dan 2 orang lainnya memegang tangannya agar ia tidak lari dan penyiksaan itu berlangsung beberapa hari sehingga telinganya mengeluarkan darah baru mendapat perhatian.
Ia menyelesaikan sekolah SD nya setelah 12 tahun bersekolah disana, inipun hanya diluluskan paksa oleh kepala sekolahnya yang kasihan padanya.
Sehari-hari ia membantu menjaga anak-anak tetangganya yang umumnya adalah adik letingnya, saat musim turun kesawah ia membantu ibunya menanam padi, ia juga sering membantu tetangganya yang memerlukan tenaganya.
Sayang sekali diakhir hidupnya ia menderita penyakit ia didiagnosis ia menderita diabetes dan kolesterol tinggi sehingga kondisinya lemah, dan ketika semakin parah hasil pemeriksaan PUSKESMAS ia tidak terdeksi menderita penyakit apapun sehingga oleh ibunya dibawa berobat alternatif.
Setelah sekian lama berobat alternatif ia diberitakan sudah tidak tertolong lagi karena sangat lemah sehingga tidak mampu duduk lagi apalagi berjalan, tidak mau makan karena setiap makan ia muntah, saat itulah saya datang dan melihat kondisinya lemah saya memaksa membawanya kerumah sakit, minimal agar bisa diinfus sehingga zat makanan bisa masuk ketubuhnya.
Setelah dirumah sakit maka saya meminta untuk dilakukan pemeriksaan lengkap, dan dari hasil pemeriksaan tersebut ketahuanlah bahwa CEK MUN menderita gagal ginjal dan kondisinya sudah sangat parah karena terlambat dibawa kedokter.
Tindakan medis yang diambil selanjutnya adalah cuci darah, namun semuanya sudah terlambat setelah 2 malam di rumah sakit ia pergi meninggalkan kita semua.
Yang menjadi catatan bagi kita semua, bagaimanakah nasib CEK MUN lainnya yang ada diseluruh pelosok Aceh atau Tanah Air lainnya?
Apakah akan kita biarkan mereka mengalami nasib yang sama?
Bagaimana kalau CEK MUN ini berada diposisi anak kita, adik kita?
Pada kesempatan berikut saya akan memposting Cara Penanganan Anak Terbelakang.
Thursday, 5 February 2015
Proposal Pesantren atau Dayah
Pendirian "Dayah atau Pesantren" umumnya didasarkan pada firman-firman Allah SWT dan hadits-hadits Rasulullah SAW, sebagaimana yang akan kami sebutkan di bawah ini. Selain itu juga mempertimbangkan akan besarnya fadhilah (keutamaan) dalam menghapal Al Qur’an dan Al Hadits serta menuntut Ilmu. Dan yang terutama sekali adalah untuk siar Islam serta li i’laai kalimatillah, sehingga dapat digunakan untuk mempersiapkan bekal dan sebagai tabungan masa depan di akherat bagi orangtua, anak, pihak pengelola maupun kaum muslimin yang ikut membantu terlaksanannya pendirian pondok pesantren ini.
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”(Yunus : 57)
“Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu[5]. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.” (Al ‘Ankabuut : 49)
“Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; Demikianlah[6] supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).” (Al Furqaan : 32)
“Atau lebih dari seperdua itu, dan bacalah Al Quran itu dengan tartil[7](perlahan-lahan).”
(Al Muzzammil : 4)
Dari Utsman bin ‘Affant, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang terbaik diantara kalian adalah orang yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya.” (HR Bukhari, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah)
Nah bagi anda yang ingin mendirikan Pesantren atau Dayah atau ingin mengembangkannya dan membutuhkan proposal maka berikut ini saya telah siapkan proposal yang dapat anda download gratis disini
Monday, 2 February 2015
Proposal Usaha Kecil (Usaha Kue dan Kelapa Gongseng serta Usaha Ayam Potong)
Cara membuat proposal yang benar mungkin bagi sebagian orang tidak terlalu sulit tetapi bagi mereka yang tidak terbiasa membuat proposal apalagi tidak pernah sama sekali tentu bukan perkara mudah. Dalam membuat proposal ada sistematika penulisan yang mesti kita ikuti dan sistematika dalam penulisan proposal bergantung dari jenis proposal apa yang akan anda buat, sebagai contoh adalah antara proposal kegiatan dengan proposal usaha memiliki sistematika penulisan yang berbeda meskipun secara garis besar dari kedua jenis proposal tersebut ada kesamaan.
Nah pada kesempatan ini saya akan membantu anda mendapatkan beberapa contoh proposal yang dapat anda gunakan, baik untuk anda pribadi maupun untuk teman, saudara, keponakan dan lainnya yang membutuhkan.
Kali ini proposal usaha yang anda dapat download adalah : a. Usaha kue dan kelapa gongseng, untuk download klik disini
b. Usaha Ayam Potong klik disini
Demikian semoga bermanfaat
Thursday, 29 January 2015
KPK vs POLRI : Reflection Order Chaotic Life in Indonesia (Cerminan Tatanan Kehidupan yang Kacau di Indonesia)
Power is what makes the Commission and police clashed , regardless of the application of the rule itself , which means that here we are not going to review what the existing problems so that they are hostile , but that is obviously because both have the power in law then they are above the law itself.
Kekuasaanlah yang membuat KPK dan POLRI berseteru, terlepas dari penerapan kekuasaan itu sendiri, artinya disini kita tidak akan meninjau apa persoalan yang ada sehingga mereka berseteru, tapi yang jelas karena sama-sama punya kuasa dalam hukum maka mereka merasa diatas hukum itu sendiri.
Jadi apa itu kekuasaan, nah ini pendapat 3 orang ahli.
1.Menurut Gibson
Kekuasaan adalah Kemampuan seseorang untuk memperoleh seuatu sesuai dengan cara yang dikehendaki.
2.Menurut Max Weber
Kekuasaan adalah kesempatan seseorang atau sekelompok orang untuk menyadarkan masyarakat akan kemauan- kemauannya sendiri dengan sekaligus menerapkannya terhadap tindakan-tinakan perlawanan dari orang-orang atau golongan-golongan tertentu.
3.Menurut Lewin
Kekuasaan adalah kemampuan potensial dari seseorang/kelompok orang untuk mempengaruhi yang lain dalam sistem yang ada.
Kekuasaan adalah kemampuan yang mungkin untuk memaksa orang lain. Kekuasaan sangat berkaitan erat dengan wewenang.Perbedaan antara kekuasaan dengan wewenang adalah bahwa setiap kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain dapat dinamakan kekuasaan.Sedangkan wewenang adalah kekuasaan yang ada pada seseorang atau sekelompok orang, yang mempunyai dukungan atau mendapat pengakuan dari masyarakat.
Berdasarkan hal itu, maka perseteruan KPK dan POLRI ini sebenarnya tidak hanya terjadi dikalangan atas seperti ini, namun bila kita mau sedikit menundukkan kepala, maka akan terlihat bahwa hampir disemua tatanan kehidupan dalam masyarakat kita terjadi hal tersebut, tidak hanya di Jakarta, di Acehpun hal itu terjadi, namun gaungnya kecil hingga nyaris tidak kita sadari atau kita anggap kecil dan hanya menjadi berita basi saat minum kopi pagi.
Namun yang penting diingat bahwa bagaimanapun besar kecilnya perseteruan itu tetap akan memberikan dampak negatif minimal pada cara pandang orang lain terhadap kita, bagaimana kita bertepuk dada mengatakan bahwa kita adalah bangsa yang besar, bila kita mengangkangi hukum, bermain bagaikan si raja hutan dengan kekuasaan yang diberikan masyarakat kepada kita?
Bangsa-bangsa besar lainnya, bila ada pejabat yang ketahuan berbuat salah, maka mereka dengan sendirinya akan mengundurkan diri, malu sehingga kalau di Jepang mereka akan melakukan aksi bunuh diri sehingga aib putus sampai pada dirinya saja tidak menyeret kelurga yang ditinggalkannya.
Kalau di bangsa kita, sesudah sesumbar akan gantung diri di Monas kalau terbukti bersalah tapi nyatanya hanya omong besar saja.
Jadi walaupun belum dilakukan observasi mendalam, tapi sudah mulai terdengar bahwa Kita sangat pandai membuat perencanaan yang muluk-muluk tapi sangat pandai pula membelokkan rencana itu untuk kepentingan pribadi atau kelompok, kenapa karena dalam perencanaan kita selalu menekankan pentingnya program itu bagi pembangunan masyarakat, namun kita tidak pernah mengantisipasi bagaimana proses pelaksanaannya akan diterapkan, bagaimana sistem pengawasannya sehingga tepat sasaran, bagaimana kalau terjadi faktor X dan sebagainya, kita selalu memandang persoalan dengan gampang, selalu ingin vepat-cepat menyelesaikan persoalan sehingga mata kita dibutakan oleh sisi-sisi lain yang mungkin terjadi.
Jadi kalau kita mengaku adalah baangsa yang besar, maka marilah kita mulai berfikiran besar, berjiwa besar dan tidak dikerdilkan oleh kekuasaan yang fana.
Wednesday, 28 January 2015
Tips and Tricks Facing an increase of Violence on Children (Tip dan Trik Menghadapi peningkatan Tindak Kekerasan Pada Anak)
The National Commission for Child Protection (Komnas PA) predict cases of violence against children in 2015 will increase. So is the case of the perpetrators of violence are children. It can happen if the government, the community and the family do not take precautions and handling.
"In 2015 we estimate that the level of violence by the perpetrator children will rise 12-18%," said Chairman of Komnas PA Arist Merdeka Sirait in a press conference Endnotes In 2014 the National Commission on Children in TB Simatupang No. 33, Pasar Rebo Tuesday (12/30/2014).
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) memprediksi kasus kekerasan terhadap anak pada tahun 2015 akan mengalami peningkatan. Begitu juga dengan kasus kekerasan yang pelakunya adalah anak-anak. Hal itu dapat terjadi apabila pemerintah, masyarakat dan keluarga tak melakukan tindakan pencegahan serta penanganan.
"Tahun 2015 kami prediksi tingkat kekerasan dengan pelaku anak-anak akan naik 12-18%," ungkap Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait dalam konferensi pers Catatan Akhir Tahun 2014 Komnas Anak di Jalan TB Simatupang No 33, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (30/12/2014).
Meski diakui bahwa terjadi penurunan pelanggaran hak anak dari 2013 sejumlah 3.339 menjadi 2.737 laporan di tahun 2014, yang mencengangkan menurut Arist, angka kasus anak yang berhadapan dengan hukum di tahun ini naik 10% dari tahun lalu menjadi 26%. Pelaku kekerasan itu adalah anak-anak dengan rentang usia 6 sampai 14 tahun.
"Meningkat jadi 26 persen pengaduan anak yang berhadapan dengan hukum. Bahkan jika sesuai prediksi, tahun 2015 mencapai 38 persen kasus kekerasan dengan pelaku anak," kata Arist.
Jika itu terjadi, imbuh Arist, maka Komnas PA akan kesulitan. Bukan karena banyaknya kasus, namun disebabkan adanya benturan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang sistem peradilan anak. Di mana dalam peraturan itu disebutkan bahwa anak di bawah usia 14 tahun tidak dipidana. Sementara, sejumlah pelaku anak usianya 6-12 tahun. Komnas PA ingin memberikan keadilan bagi korban, namun di sisi lain anak-anak tak bisa dipidana.
Modus paling banyak adalah kekerasan anak sebanyak 1.701 kasus, pencurian sebanyak 255 kasus, narkoba (pengguna) sebanyak 224 kasus, pelecehan seksual 198 kasus, pembunuhan 170 kasus, penggunaan senjata tajam 148 kasus, perkosaan 104 kasus, miras 47 kasus. Narkoba 25 kasus, dan lainnya 2 kasus.
Menyikapi berita dan fakta-fakta diatas, maka wajarlah kita sebagai orang tua merasa miris, dan harus segera mengambil sikap untuk tindak pencegahan baik terhadap kemungkinan anak kita sebagai korban ataupun bisa jadi anak kita sebagai pelaku tindak kekerasan tersebut.
Untuk itu ada beberapa TIP dan TRIK yang dapat saya bagikan sebagai pengalaman saya selaku pemerhati anak dan pembina anak di lingkungan tertinggal serta berdasarkan analisa dan observasi terhadap pengalaman dan peristiwa yang terjadi di Indonesia, semoga ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
1. Jangan sekali-kali menaruh kepercayaan 100% ANAK SAYA BAIK, JUJUR DAN PATUH pada orang tuanya (Anak memamg buah cinta kita, sehingga anak adalah segalanya bagi kita, namun jangan sampai ini membutakan mata hati anda sehingga lupa anak juga manusia yang dapat melakukan kesalahan dan kesilapan).
2. Jangan biarkan, anak anda berinteraksi dengan orang asing, kita karena budaya timur terlalu ramah pada orang sehingga kalau ada tamu yang datang dan kebetulan anak kita ada disitu kita akan menyuruhnya ayo sayang salaman sama om.... (saya tidak setuju dengan hal ini karena ini membuat anak terlalu cepat akrab dengan orang asing dan ini tidak baik karena suatu saat bila tidak ada kita maka orang yang datang kita tidak tau bagaimana perilakunya dan anak akan gampang dipengaruhi)
3. Jangan biarkan anak dibawah pengawasan satu orang saja, baik Paman, Kakek, Om, Tetangga bila tidak ada pendamping lainnya karena ingat banyak peristiwa pelecehan seksual terjadi orang orang lingkungan terdekat.
4. Jagalah komunikasi dan hubungan yang baik dengan anak, teman anak anda, guru sekolah, tetangga dan orang tua teman anak anda, maka akan anda temukan banyak sisi positif dan negatif dari anak anda yang membuat anda kenali anak anda seutuhnya (ingat tidak ada manusia sempurna, termasuk anda dan anak anda).
5. jangan menanggapi dengan emosional laporan positif ataupun negatif terhadap anak anda, saring dan lakukan cross check, berkali-kali sebelum mengambil kesimpulan.
6. Jangan lupa lakukan pengawasan dan kontrol terhadap aktifitas anak anda, benarkah dia ada masuk sekolah, benarkah ada les tambahan disekolah, benarkah ada belajar kelompok, siapa saja teman belajar kelompoknya, dimana dia belajar, benarkah ada permintaan sumbangan untuk sekolah, benarkah kawannya mendapat musibah sehingga ia harus menyumbang, buku novel apa yang dibaca, film apa yang ditonton, apa koleksi movie di HP nya, Apa isi tasnya, dll (jangan sekali-kali terpengaruh oleh pernyataan "payah papa atau mama ini mengganggu privasi anak :)" - ingat selama ia masih anda biayai - belum kuliah - maka anda WAJIB melakukan hal ini.
7. SABAR bila anak anda mengajak kawan-kawannya berkumpul dirumah anda, baik belajar kelompok, hanya kumpul-kumpul masak, main gitar dan lainnya - biarkan mereka berkreasi dan sedikit berisik - ini lebih baik dari pada mereka kumpul dipantai atau tempat lain yang tidak bisa anda awasi karena banyak orang ketiga yang akan memanfaatkan mereka dan akhirnya berbuah negatif. Jadi kalau perlu sokong acara kumpul mereka, beri mereka sirup dingin, kue, makan dan undang lagi mereka untuk kumpul dan janjikan "nanti tante buat ikan bakar, nasi soto atau lainnya.
8. Penting untuk menanyakan tentang sekolah, teman, pacar dan guru saat anak pulang sekolah, biarkan anak bercerita bebas, jangan potong pembicaraan mereka, juga saat mereka menyebut guru mereka dengan istilah atau julukan yang mungkin ditelinga kita terdengar sangat tidak sopan, setelah mereka cerita baru perlahan sidik kenapa guru itu disebut demikian, kenapa kawannya si POlan di bilang resek, kenapa..... dan kenapa.....(juga amati kelainan fisik, sikap anak sepulang sekolah) Amati....Jelilah pada anak.
9. RESPON, bila menemukan hal yang tidak biasa, sidik perlahan pada anak langsung, jangan memaksa, beri waktu ia untuk percaya pada anda bahwa anda tidak akan menjadi ancaman bagi dirinya, bila anak belum cerita dekati kawan - kawannya, pancing mereka untuk bercerita - biasanya satu diantaranya pasti akan menceritakan apa yang terjadi, bila ini juga tidak berhasil, dekati orang tua teman anak anda, biasanya diantara mereka ada yang dekat dengan orang tuanya dan menceritakan apa yang telah dialami anak anda (bila terjadi sebaliknya, anak anda menceritakan peristiwa yang dialami kawannya maka jangan ragu anda harus menceritakan dengan santun pada orangtua teman anak anda, posisi yang sama suatu saat akan kita alami).
10. Ambil kesimpulan cepat terhadap permasalahan yang terjadi, artinya bila tindakan itu sudah menjurus kriminal jangan ragu lapor polisi.
Nah ini sementara beberapa TIP dan TRIK yang dapat saya bagikan untuk mengatasi tindak kekerasan pada anak, Waspadalah!!!









.jpg)







