Comments

Gedung Balai Pemuda merupakan Gedung Kontrolir Belanda yang direhab dan menjadi Pusat Kegiatan YPKGM sebelum tsunami

Tsunami Desember 2004 membuat Balai Pemuda rata dengan tanah

Gedung Pusat Belajar Anak yang dibangun kembali tahun 2009 di Leupung

Perpustakaan bantuan BRR ukuran 4 x 8 m

Ruangan yang disiapkan untuk ruang baca, namun kini masih dalam kondisi terbuka menunggu ularan tangan donatur

Ruang Meeting saat dirental oleh Partai Politik saat persiapan kampanye

Ruang Meeting - Disewakan untuk umum

Perpustakaan kondisi saat ini

Bimbingan Membaca dan Menulis bagi anak-anak di Pusat Belajar Anak - Perpustakaan YPKGM

Belajar Komputer untuk Anak di Pusat Belajar Anak di Leupung

Kelompok Tarian binaan Pusat Belajar Anak di Leupung

Anak dan Nenek seperti ini yang menjadi prioritas YPKGM untuk dibina

Agar Anak mendapat tempat membaca yang lebih nyaman dan tidak seperti ini yang menjadi alasan YPKGM membuka Pusat Belajar Anak

Anak ini yang menjadi prioritas YPKGM untuk dibina

Membawa anak-anak rekreasi kepantai salah satu upaya YPKGM agar anak-anak tidak jenuh dan tetap gembira

Membaca merupakan upaya membuka cakrawala pikir anak

Hasil latihan anak-anak akhirnya dituangkan dalam mengikuti Festival dan pertunjukan untuk umum

Hasil latihan anak-anak akhirnya dituangkan dalam mengikuti Festival dan pertunjukan untuk umum

Showing posts with label Childrens. Show all posts
Showing posts with label Childrens. Show all posts

Thursday, 7 May 2015

PROFILE OF CHILD BENEFICIARIES PROJECT "FREE LEARNING MENTORING"

Profiles 1. It is 3 children who receive assistance School bags distributed at Free Tutoring Project Guide for Children Underprivileged / Orphans in Leupung. The three children are orphans and siblings of 4 brothers, his mother is currently working to trade around selling accessories girls in the form of a hairpin, hair band and veil, oldest brother was sitting in class 2 high school, the young brother who looked at photo already sitting in class 1 SMP while her sister 3rd grade and 1st grade. By selling accessories as mentioned above, his mother is very difficult to finance to 4 of his children, but his children smart thanks to a scholarship and their education is very helpful (they did not participate in the Free Free Tutoring project as it was already able to read and too clever in education in general). Their chicken that had died a few years ago, a wealthy and arrogant businessman, and then exposed to the disease CANCER Blood (Leukemia) and was treated everywhere up overseas and had to do dialysis several times, but God says another illness does not heal until death call. Efforts treatment is made all their possessions drained, so that when death call he did not leave anything other than the house owned by, and for pride now his wife and children into public scorn surrounding environment. But if mistakes parents should be borne by their children? This has become our consideration, to include the children in the project Free Tutoring Internet, although only to receive assistance School Bags alone, because even though they receive the scholarship, we know for certain scholarships received mostly used for living expenses of their family. Profile 2. It is the child who appears in the photo with his mother who was holding a baby. This boy claimed his school and his mother justify stupid, but in the tests we did on the first day and after 3 days following the guidance of learning, then the child is not a child looks stupid, it can be said intelligent, and after this initial study is the impact of the economic status single parents who bears as poor, so because he was naughty (and according to my children healthy all this naughty show intelligence) so he often did not get a positive response from the teacher. His mother is a single parent, and the baby's is a child of the marriage recently, but unfortunately he left when I was pregnant so it increases again the burden to be borne as a woman who worked as laborers wash the family could afford. Her marriage was impressed done in a hurry because it bears widow status and skin color plus black and poor makes it always underestimated and considered ugly (for black), this makes me sad, because why skin color discrimination is still very strong in Aceh which is actually a Muslims - in which Muslims should not distinguish the color of the skin - in which Muslims should not discriminate skin color - this is one tough challenge for me to remove that ugly black image that, if white is beautiful and effort I've done since before the tsunami but I have not managed to eliminate. So for fear no one wants to marry her again later that when there is asked he would immediately without looking at the background of the person. This is the profile of children who participate in the free tutoring project and for those of you who want to help do not hesitate to contact me on 08116811823 or email tsyafrizal@gmail.com

Thursday, 19 March 2015

A Mind at a Time : Menemukan Bakat Istimewa Anak

Pikiran, adalah bentuk materi yang bersifat misterius yang dikeluarkan oleh otak. Aktivitas utama pikiran ini adalah berusaha keras mengetahui ciri-cirinya sendiri, kegagalan atas upaya ini desebabkan oleh fakta bahwa pikiran tidak memiliki apa-apa selain dirinya sendiri, dalam mencari tahu dirinya sendiri (AMBROSE BIERCE, The Devil's Dictionary) Waktu adalah dimana ada kesempatan, dan kesempatan adalah dimana tak ada banyak waktu.....Kesembuhan bergantung pada waktu, tetapi juga pada kesempatan. (HIPPROCRATES Epidemics) Demikian kata-kata paragraf pertama dan kedua pada Pengantar buku dengan judul sebagaimana diatas, nah saya tidak akan menyalin semua apa yang terdapat dibuku tersebut (bisa-bisa saya dituntut melanggar HAKI) walaupun sebenarnya ini sangat layak bahkan penting untuk disebar luaskan dalam upaya memahami anak bahwa mereka SEMUA ISTIMEWA dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dan mereka layak diperlakukan ISTIMEWA dan jangan buat perbedaan yang ada pada mereka menjadi ALASAN bagi anda untuk menghancurkan rasa PERCAYA DIRI ANAK. Jadi sadarilah bahwa planet bumi ini dihuni oleh berbagai jenis manusia dengan berbagai macam pikiran. Otak manusia itu unit. Sebagian manusia mempunyai otak yang mampu menciptakan simfoni dan soneta, sementara yang lain lebih cocok membangun kembatan, jalan raya dan komputer, mendesai pesawat terbang dan sistem jalan, mengendarai truk dan taksi, atau mencari penyebuhkan bagi kanker payudara dan hipertensi. Pertumbuhan masyarakat dan Kemajuan dunia bergantung pada komitmen kita dalam membantu ANAK_ANAK KITA hidup dengan pikiran yang berbeda-beda dan saling menghargai perbedaan tersebut. Orangtua memiliki tanggungjawab dan kebahagiaan tersendiri ketika mereka mengenali perbedaan masing-masing cara berpikir anak serta bagaimana menumbuhkannya. Hal tragis bisa terjadi jika kita salah memahami dan barangkali salah mengarahkan cara berpikir anak. Dan ini sering terjadi. Anak-anak yang tak mampu mengoperasikan pikiran mereka sesuai yang diharapkan merasa sangat tidak nyaman, sementara orangtua merekapun tidak bisa tidur memikirkan anak yang sulit memahami bacaan yang dibacanya atau sulit bergaul ataupun tidak bisa berkosentrasi disekolah. Guru merasa sangt kesal dan kadang merasa tak becus melihat kemunduran murid tanpa mengerti penyebabnya. Seringkali anak harus membayar mahal karena cara berpikir yang mereka bawa sejak lahir tersebut. Bukan salah mereka jika punya otak yang tidak bisa menangkap perintah dengan cepat, mengeja dengan tepat, menulis dengan baik, membaca dengan cepat, bekerja dengan efesien atau mengingat perkalian secara otomatis, mereka akan mendapat predikat ADD (attention deficit disorder) atau LD (Learning disability), sehingga kadangkala mereka harus menelan obat-obatan untuk menenangkan pikiran mereka belum lagi siksaan ejekan teman-teman sekelasnya, dan julukan-julukan atau panggilan-panggilan yang menhina "sitolol". "goblok" dll. Identitas intelektual mereka hanya dilihat dari nilai ulangan yang akan menentukan nasib mereka namun diragukan sepenuhnya bermanfaat dan membantu mereka dalam menghadapi kehidupan nyata. Kita tidak bisa berdiam diri sementara rasa percaya diri anak-anak seperti itu terpukul, terpuruk dalam kenistaan yang BUKAN SALAH MEREKA. Sebagian besar dari mereka disalah artikan, disepelekan, mendapat perlakuan yang salah, tau mendapat tuduhan yang tidak benar dari orang dewasa. "Saya tidak bisa melakukan apapun dengan baik, Ibu dan guru saya selalu berteriak-teriak pada saya, Rasanya saya ini anak yang paling Tolol di kelas, Mungkin saya dilahirkan demikian" demikian salah satu pernyataan anak yang patut kita cemaskan, karena tidak seorangpun boleh merasa seperti itu. Dan hal ini sangat umum terjadi, bahkan dalam kasus tertentu, anak-anak yang cerdaspun namun berasal dari keluarga kurang mampu kadangkala juga mendapat perlakuan seperti tersebut diatas, saya sangat ingat satu kasus dimana seorang anak dari kampung, karena oleh orang tuanya dianggap pintar dan bijak disekolahkan di kota pada sekolah favorit, karena masih kecil neneknya mendampingi, dan disinilah pelecehan dan penghancuran rasa percaya diri anak dimulai, anak tersebut setiap ada pertanyaan guru, selalu menjadi yang pertama mengacungkan tangan untuk menjawab, tapi gurunya selalu mengabaikannya dan memilih anak lain untuk menjawab, ini selalu terjadi sehingga tidak disangsikan lagi ada unsur kesengajaan mengabaikan anak tersebut, kalau dikatakan gurunya tidak melihat, maka anak tersebut duduk didepan, dan saat mengcungkan tangan dengan semangat ia maju kedepan, bahkan kadangkala hanya ia yang mengacungkan tangan, tapi tidak pernah mendapat kesempatan" Hal ini terungkap ketika saya mengunjungi keluarga tersebut dikampung setelah sekian lama tidak berkunjung, ketika saya memanggilnya maka saya menemukan anak yang kuper (kurang percaya diri) berbeda 100% dengan anak yang saya temukan 6 bulan sebelumnya - Masya Allah sangat metedihkan. Kasus lain saya temukan diawal tahun 2014 saat orang tua seorang anak kebetulan berkunjung dengan anaknya ke Children Learning Center, maka seperti biasa saya menawari anak tersebut untuk membaca buku yang ada diperpustakaan, anak itu hanya menunduk malu dan ibunya berkata lantang "Alah anak ini bodoh sekali, sudah besar belum bisa membaca, entah ikut siapa" saya mengurut dada dan berkata "Sudah bawa dia setiap sore kemari biar saya ajarkan membaca" dan ini diturti oleh ibu tersebut, Alhamdulillah dalam waktu 1 bulan maka ia sudah lancar membaca dan menulis, saya hanya bereksperiment selama satu minggu untuk menemukan metode yang tepat untuk anak tersebut. Dan yang lebih menggembirakan saat ulangan sekolah ia yang sebelumnya tidak pernah mendapat rangking, bisa mendapat Rangking 3, dan dengan keluguan seorang anak ia berkata "Bagaimana ibu guru ini, saya sudah pintar kok dikasi rangking sedikit" he he he baginya rangking angka 3 dinilai sama dengan nilai uang makin besar makin baik. Lalu pada kasus lain, saya menemukan anak yang benar-benar sulit, ia tetap tidak mampu menyimpan sedikitpun materi hari kemarin sehingga tidak mengalami kemajuan apa-apa, saat belajar pikirannya tidak disana, tidak bisa berkonsentrasi pada apa yang diajarkan, saya mencoba berbagai metode namun tidak membuahkan hasil, akhirnya saya mencoba mengorek apa yang ada dipikirannya, maka saya mendapatkan jawaban yang mengejutkan, ia mengatakan ia memang bodoh, ibunya selalu memukul kepalanya sambil berkata bodoh, dan ia berkata saya memang tidak akan bisa apa yang diajarkan ini karena saya memang bodoh" jadi perlakuan ibunya dan julukan atau sebutan bodoh itu sudah demikakian terpatri dipikirannya sehingga saat diajarkan ia sudah duluan berpikir tidak bisa, sehingga tidak menyerap apa yang diberikan. Setelah mengetahui hal ini, saya mendekati ibunya dan berkata ia tidak boleh laghi memukul anaknya dikepala bahkan dimanapun, dan jangan pernah lagi mengucapkan kata bodoh dan kata-kata kasar lainnya. Dan setelah itu ada perubahan yang ditunjukkan anak, ia mulai menyerap pelajaran yang saya berikan, namun sayang sebelum pengajaran ini tuntas, keluarga ini pindah ke Meulaboh dan saat liburan saya bertemu dengan ibunya - ia dengan bangga berkata anaknya di sekolah Meulaboh (dimana tepatnya saya tidak begitu jelas) mendapat juara. Namun saya sendiri tidak merasa bangga karena rasanya anak tersebut belum pulih seluruhnya dari rasa tidak percaya diri, jadi apakah benar ia dapat Juara saya menyangsikannya dan kalaupun benar ia mendapat Juara maka kualitas anak-anak disekolah tersebut yang rendah dan rasanya juga perlu mendapatkan bimbingan. Jadi alasan saya mendirikan Children Learning Center di Leupung ini berangkat dari pengalaman saya sejak tahun 1992 hingga akhirnya saya mendirikan Yayasan secara legal pada tahun 1994, anak - anak kadangkala tidak dapat berkomunikasi dengan bebas dengan orang tua mereka, karena tradisi menyatakan orangtua harus menanamkan bibawa dan rasa takut pada anak sehingga mereka menjadi patuh, Alhamdulillah ayah saya dan ibu tidak demikian, mereka sangat komunikatif sehingga kadangkala saya merasa terlalu ikut campur, tapi saat saya memahami pentingnya komunikasi dan melihat pengalaman keluarga lain, maka saya merasa sangat bersyukur. Kita semua pasti mengenal Darwin dengan tiorinya yang spaktakuler, namun Darwin mengakui bahwa otaknya bukanlah otak pemikir sehingga iapun tidak menggunakannya untuk menyerap pelajaran lebih dari satu jam, kalau ia tidak melakukan itu mungkin ia tidak akan pernah menghasilkan karyanya. Nah jika orang secerdas Darwin saja tidak mampu berkonsentrasi dalam waktu panjnag tanpa merasa lelah, maka seharusnya kita memahami anak-anak kita yang seringkali kita tuntut untuk belajar berjam-jam lamanya dan jika ia tidak mampu maka kita akan menyebutnya malas. (Leonard G. Guthrie, Functional Nervous Disorder in Childhood, 1909)

Friday, 6 February 2015

CEK MUN (Profil anak terbelakang yang disisihkan)

Keterbelakangan mental adalah cacat perkembangan yang pertama kali muncul pada anak-anak di bawah usia 18 . Hal ini didefinisikan sebagai tingkat fungsi intelektual ( yang diukur dengan tes standar untuk intelligence quotient ) yang jauh di bawah rata-rata dan didefinisikan dengan skor IQ di bawah 70-75. dan keterbatasan yang signifikan dalam keterampilan hidup sehari-hari (adaptif fungsi)dimana keterampilan adaptif adalah keterampilan yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari. Keterampilan tersebut mencakup kemampuan untuk memproduksi dan memahami bahasa (komunikasi), keterampilan rumah – hidup, penggunaan sumber daya masyarakat, kesehatan, keselamatan, kenyamanan, perawatan diri, dan keterampilan sosial, pengarahan diri sendiri, keterampilan akademik fungsional ( membaca, menulis, dan berhitung ), dan keterampilan kerja. Nah bagi kita yang dianugerahi anak, adik, atau saudara lainnya yang memiliki keterbelakangan mental mungkin juga akan memiliki beban mental, malu, sedih, dan sebagainya yang kadangkala membuat kita ingin menghilang saja ditelan bumi, atau raib bagai asap tertiup angin. Namun sebagaimana saya katakan ditas, bahwa sebenarnya ini anugerah, bukan bencana bila kita memiliki anak terbelakang mental, karena disinilah kita diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk mampu memberikan kasih sayang kita sepanjang masa pada anak kita, buah cinta kita bagaikan ombak yang selalu mencumbu pantai, bagai mentari yang selalu menghangati bumi. Nah untuk sekedar intropeksi diri, maka saya akan menceritakan sedikit profil anak terbelakangmental yang saya kenal baik, ia bernama CEK MUN, kini ia telah tiada pergi menghadap khaliq Nya pada umur 34 Tahun. Bila kita lihat sosok tubuhnya dan usianya yang sudah cukup dewasa, maka mungkin sebutan anak tidak cocok bagi dirinya, tapi bagi kita yang mengenalnya, maka sebutan "anak" tidak pernah tidak cocok untuknya, karena betapa tidak, pada usianya itu ia akan merajuk bila keponakannya yang umur 10 tahun mendapatkan hadiah mobil-mobilan sementara ia tidak dibelikan, ia akan merajuk bila keponakannya yang berumur 5 tahun mendapatkan permen sementara untuk dia tidak diberikan. Namun dengan sifat kanak-kanaknya itu, ia juga memiliki kelebihan, semua anak mulai bayi sampai dibawah umur 3 tahun akan aman tenteram dalam gendongannya, anak akan meraa tenang dan nyaman berada ditangannya sehingga tidak rewel, mungkin ini insting anak-anak yang merasa sejiwa dengan CEK MUN. Malang bagi CEK MUN ia dibesarkan dalam keluarga kurang mampu, ayahnya penjaga tambak orang meninggal saat ia masih kecil, ibunya seorang wanita sederhana tamatan SD dan sebagai janda beranak 6 (3 orang sudah kawin) maka ia punya beban 3 orang anak lagi termasuk CEK MUN maka untuk menghidupi keluarganya ia menjadi MUGE (penjual ikan) di pasar. Dalam kesibukannya ia tetap mencoba memberi perhatian lebih pada CEK MUN, tapi apa mau dikata perhatian tersebut sangat terbatas, berbagai kejadian menimpa CEK MUN diantaranya saat SD Kelas 2 ia mengalami pendarahan ditelinganya setelah disidik ternyata ada beberapa kawannya yang suka mengganggu menangkapnya dan menggelitik telingannya menggunakan bunga rumput, mereka suka melihatnya tertawa terkikik-kikik tanpa suara saat digelitik, dan 2 orang lainnya memegang tangannya agar ia tidak lari dan penyiksaan itu berlangsung beberapa hari sehingga telinganya mengeluarkan darah baru mendapat perhatian. Ia menyelesaikan sekolah SD nya setelah 12 tahun bersekolah disana, inipun hanya diluluskan paksa oleh kepala sekolahnya yang kasihan padanya. Sehari-hari ia membantu menjaga anak-anak tetangganya yang umumnya adalah adik letingnya, saat musim turun kesawah ia membantu ibunya menanam padi, ia juga sering membantu tetangganya yang memerlukan tenaganya. Sayang sekali diakhir hidupnya ia menderita penyakit ia didiagnosis ia menderita diabetes dan kolesterol tinggi sehingga kondisinya lemah, dan ketika semakin parah hasil pemeriksaan PUSKESMAS ia tidak terdeksi menderita penyakit apapun sehingga oleh ibunya dibawa berobat alternatif. Setelah sekian lama berobat alternatif ia diberitakan sudah tidak tertolong lagi karena sangat lemah sehingga tidak mampu duduk lagi apalagi berjalan, tidak mau makan karena setiap makan ia muntah, saat itulah saya datang dan melihat kondisinya lemah saya memaksa membawanya kerumah sakit, minimal agar bisa diinfus sehingga zat makanan bisa masuk ketubuhnya. Setelah dirumah sakit maka saya meminta untuk dilakukan pemeriksaan lengkap, dan dari hasil pemeriksaan tersebut ketahuanlah bahwa CEK MUN menderita gagal ginjal dan kondisinya sudah sangat parah karena terlambat dibawa kedokter. Tindakan medis yang diambil selanjutnya adalah cuci darah, namun semuanya sudah terlambat setelah 2 malam di rumah sakit ia pergi meninggalkan kita semua. Yang menjadi catatan bagi kita semua, bagaimanakah nasib CEK MUN lainnya yang ada diseluruh pelosok Aceh atau Tanah Air lainnya? Apakah akan kita biarkan mereka mengalami nasib yang sama? Bagaimana kalau CEK MUN ini berada diposisi anak kita, adik kita? Pada kesempatan berikut saya akan memposting Cara Penanganan Anak Terbelakang.

Wednesday, 28 January 2015

Tips and Tricks Facing an increase of Violence on Children (Tip dan Trik Menghadapi peningkatan Tindak Kekerasan Pada Anak)

The National Commission for Child Protection (Komnas PA) predict cases of violence against children in 2015 will increase. So is the case of the perpetrators of violence are children. It can happen if the government, the community and the family do not take precautions and handling. "In 2015 we estimate that the level of violence by the perpetrator children will rise 12-18%," said Chairman of Komnas PA Arist Merdeka Sirait in a press conference Endnotes In 2014 the National Commission on Children in TB Simatupang No. 33, Pasar Rebo Tuesday (12/30/2014). Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) memprediksi kasus kekerasan terhadap anak pada tahun 2015 akan mengalami peningkatan. Begitu juga dengan kasus kekerasan yang pelakunya adalah anak-anak. Hal itu dapat terjadi apabila pemerintah, masyarakat dan keluarga tak melakukan tindakan pencegahan serta penanganan. "Tahun 2015 kami prediksi tingkat kekerasan dengan pelaku anak-anak akan naik 12-18%," ungkap Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait dalam konferensi pers Catatan Akhir Tahun 2014 Komnas Anak di Jalan TB Simatupang No 33, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (30/12/2014). Meski diakui bahwa terjadi penurunan pelanggaran hak anak dari 2013 sejumlah 3.339 menjadi 2.737 laporan di tahun 2014, yang mencengangkan menurut Arist, angka kasus anak yang berhadapan dengan hukum di tahun ini naik 10% dari tahun lalu menjadi 26%. Pelaku kekerasan itu adalah anak-anak dengan rentang usia 6 sampai 14 tahun. "Meningkat jadi 26 persen pengaduan anak yang berhadapan dengan hukum. Bahkan jika sesuai prediksi, tahun 2015 mencapai 38 persen kasus kekerasan dengan pelaku anak," kata Arist. Jika itu terjadi, imbuh Arist, maka Komnas PA akan kesulitan. Bukan karena banyaknya kasus, namun disebabkan adanya benturan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang sistem peradilan anak. Di mana dalam peraturan itu disebutkan bahwa anak di bawah usia 14 tahun tidak dipidana. Sementara, sejumlah pelaku anak usianya 6-12 tahun. Komnas PA ingin memberikan keadilan bagi korban, namun di sisi lain anak-anak tak bisa dipidana. Modus paling banyak adalah kekerasan anak sebanyak 1.701 kasus, pencurian sebanyak 255 kasus, narkoba (pengguna) sebanyak 224 kasus, pelecehan seksual 198 kasus, pembunuhan 170 kasus, penggunaan senjata tajam 148 kasus, perkosaan 104 kasus, miras 47 kasus. Narkoba 25 kasus, dan lainnya 2 kasus. Menyikapi berita dan fakta-fakta diatas, maka wajarlah kita sebagai orang tua merasa miris, dan harus segera mengambil sikap untuk tindak pencegahan baik terhadap kemungkinan anak kita sebagai korban ataupun bisa jadi anak kita sebagai pelaku tindak kekerasan tersebut. Untuk itu ada beberapa TIP dan TRIK yang dapat saya bagikan sebagai pengalaman saya selaku pemerhati anak dan pembina anak di lingkungan tertinggal serta berdasarkan analisa dan observasi terhadap pengalaman dan peristiwa yang terjadi di Indonesia, semoga ini dapat bermanfaat bagi kita semua. 1. Jangan sekali-kali menaruh kepercayaan 100% ANAK SAYA BAIK, JUJUR DAN PATUH pada orang tuanya (Anak memamg buah cinta kita, sehingga anak adalah segalanya bagi kita, namun jangan sampai ini membutakan mata hati anda sehingga lupa anak juga manusia yang dapat melakukan kesalahan dan kesilapan). 2. Jangan biarkan, anak anda berinteraksi dengan orang asing, kita karena budaya timur terlalu ramah pada orang sehingga kalau ada tamu yang datang dan kebetulan anak kita ada disitu kita akan menyuruhnya ayo sayang salaman sama om.... (saya tidak setuju dengan hal ini karena ini membuat anak terlalu cepat akrab dengan orang asing dan ini tidak baik karena suatu saat bila tidak ada kita maka orang yang datang kita tidak tau bagaimana perilakunya dan anak akan gampang dipengaruhi) 3. Jangan biarkan anak dibawah pengawasan satu orang saja, baik Paman, Kakek, Om, Tetangga bila tidak ada pendamping lainnya karena ingat banyak peristiwa pelecehan seksual terjadi orang orang lingkungan terdekat. 4. Jagalah komunikasi dan hubungan yang baik dengan anak, teman anak anda, guru sekolah, tetangga dan orang tua teman anak anda, maka akan anda temukan banyak sisi positif dan negatif dari anak anda yang membuat anda kenali anak anda seutuhnya (ingat tidak ada manusia sempurna, termasuk anda dan anak anda). 5. jangan menanggapi dengan emosional laporan positif ataupun negatif terhadap anak anda, saring dan lakukan cross check, berkali-kali sebelum mengambil kesimpulan. 6. Jangan lupa lakukan pengawasan dan kontrol terhadap aktifitas anak anda, benarkah dia ada masuk sekolah, benarkah ada les tambahan disekolah, benarkah ada belajar kelompok, siapa saja teman belajar kelompoknya, dimana dia belajar, benarkah ada permintaan sumbangan untuk sekolah, benarkah kawannya mendapat musibah sehingga ia harus menyumbang, buku novel apa yang dibaca, film apa yang ditonton, apa koleksi movie di HP nya, Apa isi tasnya, dll (jangan sekali-kali terpengaruh oleh pernyataan "payah papa atau mama ini mengganggu privasi anak :)" - ingat selama ia masih anda biayai - belum kuliah - maka anda WAJIB melakukan hal ini. 7. SABAR bila anak anda mengajak kawan-kawannya berkumpul dirumah anda, baik belajar kelompok, hanya kumpul-kumpul masak, main gitar dan lainnya - biarkan mereka berkreasi dan sedikit berisik - ini lebih baik dari pada mereka kumpul dipantai atau tempat lain yang tidak bisa anda awasi karena banyak orang ketiga yang akan memanfaatkan mereka dan akhirnya berbuah negatif. Jadi kalau perlu sokong acara kumpul mereka, beri mereka sirup dingin, kue, makan dan undang lagi mereka untuk kumpul dan janjikan "nanti tante buat ikan bakar, nasi soto atau lainnya. 8. Penting untuk menanyakan tentang sekolah, teman, pacar dan guru saat anak pulang sekolah, biarkan anak bercerita bebas, jangan potong pembicaraan mereka, juga saat mereka menyebut guru mereka dengan istilah atau julukan yang mungkin ditelinga kita terdengar sangat tidak sopan, setelah mereka cerita baru perlahan sidik kenapa guru itu disebut demikian, kenapa kawannya si POlan di bilang resek, kenapa..... dan kenapa.....(juga amati kelainan fisik, sikap anak sepulang sekolah) Amati....Jelilah pada anak. 9. RESPON, bila menemukan hal yang tidak biasa, sidik perlahan pada anak langsung, jangan memaksa, beri waktu ia untuk percaya pada anda bahwa anda tidak akan menjadi ancaman bagi dirinya, bila anak belum cerita dekati kawan - kawannya, pancing mereka untuk bercerita - biasanya satu diantaranya pasti akan menceritakan apa yang terjadi, bila ini juga tidak berhasil, dekati orang tua teman anak anda, biasanya diantara mereka ada yang dekat dengan orang tuanya dan menceritakan apa yang telah dialami anak anda (bila terjadi sebaliknya, anak anda menceritakan peristiwa yang dialami kawannya maka jangan ragu anda harus menceritakan dengan santun pada orangtua teman anak anda, posisi yang sama suatu saat akan kita alami). 10. Ambil kesimpulan cepat terhadap permasalahan yang terjadi, artinya bila tindakan itu sudah menjurus kriminal jangan ragu lapor polisi. Nah ini sementara beberapa TIP dan TRIK yang dapat saya bagikan untuk mengatasi tindak kekerasan pada anak, Waspadalah!!!